Rabu, 17 Agustus 2011

Pengaruh Kelas Unggulan terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir (BAB I)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sejak digulirkannya sistem desentralisasi di hampir seluruh bidang, banyak upaya yang dilaksa-nakan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang masing-masing, termasuk dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan banyak upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Upaya tersebut dilandasi suatu kesadaran betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Di setiap daerah berlomab-lomba untuk memajukan pendidikan sehingga muncullah model-model sekolah dengan label dan karakteristiknya masing-masing seperti Sekolah Nasional Berstandar  Internasional (SNBI), Sekolah Terpadu, Sekolah Plus dan Sekolah Unggulan.
Dengan kata lain, di setiap sekolah diberi kebebasan dalam mengelola potensi yang ada di sekolah tersebut atau lebih dikenal dengan School Based Management/Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Berbasis Sekolah adalah:
Oval: 1”Pengelolaan komponen-komponen sekolah oleh sekolah itu sendiri, yang meliputi tujuh komponen yaitu kurikulum dan program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan”.[1]

Dengan adanya kebebasan setiap sekolah mengelola potensi yang ada di sekolah, maka dimungkinkan adanya pelayanan yang optimal terhadap siswa yang memiliki kecerdasan tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan rendah sesuai dengan potensi yang ia miliki. Oleh karena itu, pihak sekolah merespon potensi siswa yang memiliki kecerdasan tinggi dan bakat khusus dengan menyelenggarakan kelas unggulan.
Penyelenggaraan kelas unggulan merujuk pada amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV bagian kesatu Pasal 5 ayat 4 yang menyatakan, ”warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus”.[2] Selanjutnya pada Bab V pasal 12 ayat 1 menegaskan bahwa, ”setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya”.[3]
Pada dasarnya kelas unggulan menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ditulis kembali oleh Agus Supriyono adalah ”suatu kelas yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam proses dan hasil pendidikan”.[4]
Selanjutnya kelas unggulan dapat diartikan sebagai:
”kelas yang menyediakan program pelayanan khusus bagi peserta didik dengan cara mengembangkan bakat dan kreativitas yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan pesertta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”.[5]

Dari pengertian tersebut, maka dapat diartikan adanya pengelompokkan kepada kelas tertentu bagi siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dibandingkan teman yang lainnya. Penyelenggaraan kelas unggulan tersebut telah menimbulkan  pro dan kontra di dalam masyarakat. Pendapat yang kontra dengan munculnya kelas unggulan beranggapan bahwa dengan kelas unggulan dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif pada peserta didik. Sebagaimana pendapat Suyanto, “keberadaan kelas unggulan  berarti memisahkan anak dari kehidupan alamiah yang ada di sekelilingnya sehingga akan mengalami keterlambatan dalam bersosialisasi”.[6]
Sedangkan pihak yang pro dengan keberadaan kelas unggulan seperti Conny R. Semiawan menyatakan:
1. Perlunya pengembangan kurikulum berdiferensiasi, di mana peserta didik yang berkemampuan unggul perlu mendapatkan perhatian khusus.
2. Kurikulum berdiferensiasi dapat mewujudkan seseorang sesuai dengan kemampuan yang ada padanya, dapat menghadapi masalah dan kompleksitas kehidupan yang berubah akibat peningkatan teknologi dan perubahan nilai-nilai sosio-kultural.[7]

Terlepas dari pro dan kontra mengenai keberadaan kelas unggulan oleh para ahli di atas, secara umum penyelenggaraan kelas unggulan memang belum ada keseragaman antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Namun, satu hal yang menjadi acuan pokok dalam penyelenggaraan pendidikan adalah setiap siswa merupakan pribadi yang unik dan memiliki keberagaman kemampuan, oleh karena itu, diperlukan adanya perlakuan berbeda atas perbedaan kemampuan siswa tersebut agar kemampuan yang dimiliki dapat tersalurkan sesuai dengan bakat yang dimilikinya.
Dalam kaitan dengan pelaksanaan kelas unggulan tersebut, setiap mata pelajaran yang ada di dalamnya harus diberikan secara intensif/sungguh-sungguh kepada siswa, tidak terkecuali dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh umat manusia dalam rangka meningkatkan penghayatan dan pengalaman agama dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. Menurut Ahmad D Marimba:
“Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain seringkali beliau mengatakan kepribadian utama tersebut dengan istilah Kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.”[8]

Berpijak dari tujuan mulia dari pendidikan Islam ini, maka sangat dimungkinkan pelaksanaan Pendidikan Agama khususnya agama Islam bukan lagi menjadi anak tiri tetapi Pendidikan Agama Islam menjadi motor serta kemudi terhadap pendidikan yang lainnya.
Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu merupakan salah satu sekolah yang berada di  kabupaten Indragiri Hilir yang menyelenggarakan kelas unggulan bagi anak yang memiliki kemampuan di atas siswa yang lain. ”Peresmian kelas unggulan ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir yaitu bapak Pahrolrozy pada hari Kamis tanggal 11 Maret 2010”.
Di kelas unggulan inilah siswa ditempa dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Mereka dibina dengan program-program terstruktur untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan apa yang telah dipaparkan di atas dan pengamatan sementara yang  penulis lakukan, dan  penulis dapat menguraikan beberapa gejala sebagai berikut:
1. Masih terbatasnya fasilitas yang menunjang keberhasilan siswa dalam belajar di dalam kelas unggulan.
2. Masih ada siswa yang belum memiliki motivasi belajar yang kuat meskipun sudah berada di kelas unggulan.
3. Masih ada siswa yang belum belajar dengan besungguh-sungguh di dalam kelas unggulan.
4. Belum jelasnya perbedaan hasil belajar siswa antara siswa kelas unggulan dan kelas biasa.
5. Belum secara maksimalnya pemberian jam tambahan pelajaran Pendidikan Agama Islam kepada siswa sehingga siswa masih kekurangan jam pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Berdasarkan gejala-gejala di atas, maka penulis berminat untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul: Pengaruh Kelas Unggulan terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.





B. Alasan Memilih Judul
Adapun yang menjadi alasan penulis memilih judul ini adalah karena:
1. Penulis sangat tertarik dengan keberadaan kelas unggulan karena menurut penulis kelas unggulan haruslah memberikan output yang lebih memadai dibanding kelas biasa jadi penulis sangat perlu meneliti apakah benar ada pengaruh keberadaan kelas unggulan terhadap prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
2. Penelitian ini sesuai dengan program studi yang penulis tempuh yaitu jurusan Pendidikan Agama Islam.
3. Masalah ini masih aktual dan relevan untuk diteliti.
4. Adanya teori-teori yang mendukung terhadap permasalahan variabel-variabel dalam penelitian.
5. Mencukupinya buku-buku penunjang sebagai sumber dalam penelitian.


C. Penegasan Istilah
Agar tidak terjadi penafsiran yang salah terhadap judul yang diajukan, maka penulis tegaskan istilah-istilah yang ada dalam judul tersebut yaitu:
    1.     Pengaruh
Pengaruh berarti “daya yang ada atau  timbul dari sesuatu (orang/benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang”.[9] Sedangkan yang dimaksud pengaruh dalam penelitian ini adalah daya yang ditimbulkan oleh adanya kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
    2.   Kelas unggulan
Kelas unggulan adalah “sejumlah siswa yang karena prestasinya menonjol dikelompokkan di dalam kelas tersendiri, kemudian diberi pengajaran dan adanya pendalaman materi pelajaran pada materi pelajaran tertentu”.[10] Sedangkan kelas unggulan dalam penelitian ini adalah kelas yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan khusus kepada siswa yang memiliki prestasi belajar yang menonjol yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
    3.   Hasil Belajar
Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah “kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya”.[11] Sedangkan hasil belajar pada penelitian ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah proses belajar di dalam kelas unggulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.

D. Permasalahan
    1.   Identifikasi Masalah
Menurut Gunawan Undang, mengidentifikasi masalah berarti “memerinci dan mendeskripsikan unsur-unsur atau indikator-indikator masalah yang akan diteliti”.[12]
Identifikasi masalah dalam penelitian ini antara lain:
a. Bagaimana persepsi siswa tentang kelas unggulan?
b. Bagaimana tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas unggulan?
c. Apakah ada pengaruh antara kelas unggulan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam?
d. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam?
    2.   Batasan Masalah
Batasan masalah adalah ”pemilihan sejumlah masalah berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah disertai penjelasan ruang lingkup masalah baik keluasan maupun kedalamannya”.[13]
Mengingat luasnya ruang lingkup dan masalah yang muncul seperti penulis kemukakan di atas dan untuk menghindari terjadinya kekeliruan dalam penelitian, maka penulis membatasi masalah pada penelitian ini tentang “pengaruh kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir”.
    3.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah “persoalan yang perlu dijawab dengan penelitian. Tujuan perumusan masalah adalah agar penelitian itu tidak terlalu panjang”.[14]
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Bagaimana persepsi siswa tentang kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir?
b. Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir?
c. Apakah ada pengaruh antara kelas unggulan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir?
d. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
      1.   Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah “rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai”.[15]
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui persepsi siswa tentang kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
b. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
c. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kelas unggulan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
d. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
      2.   Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu:
a.  Bagi guru
-   Memberikan gambaran dan informasi tentang pengaruh kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaaten Indragiri Hilir.
-   Dapat meningkatkan kinerja guru agar siswa memilikii hasil belajar yang lebih baik lagi.
b.  Bagi siswa
-   Sebagai gambaran kepda siswa agar lebih termotivasi lagi dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang lebih meningkat lagi.
c.  Bagi sekolah
-   Untuk menambah referensi perpustakaan dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
-   Memberikan gambaran dan informasi tentang pengaruh kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
-   Memberikan gambaran yang jelas tentang faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.

d.  Bagi peneliti
-   Sebagai sumbangan pemikiran dari penulis untuk guru Pendidikan Agama Islam Khususnya, dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas unggulan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
-   Untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman penulis.
-   Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) di Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan.

F. Konsep Operasional
Konsep operasional merupakan kalimat-kalimat operasional yang diambil dari kerangka teoritis untuk mempermudah peneliti dalam melaksanakan penelitian di lapangan.
Sedangkan konsep yang dioperasionalkan dalam penelitian ini adalah pengaruh kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dengan indikator sebagai berikut:
a. Variabel X yaitu kelas unggulan dengan indikator:
1.    Siswa di dalam kelas merupakan siswa terpilih hasil seleksi.
2.    Kelas memiliki fasilitas yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.
3.    Kelas memiliki kondisi yang kondusif bagi siswa dalam belajar.
4.    Kepala sekolah di kelas unggulan merupakan kepala sekolah yang profesional.
5.    Guru yang mengajar memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas mengajar.
6.    Kurikulum kelas unggulan dikembangkan untuk menunjang belajar siswa.
7.    Kelas unggulan memiliki rentang waktu belajar yang lebih panjang.
8.    Di dalam kelas unggulan proses pembelajaran memiliki kualitas yang tinggi.
9.    Kelas unggulan mendapatkan dukungan dari orang tua siswa.
10.  Kelas unggulan ditunjang dengan pendanaan yang memadai.
11.  Siswa diberikan pembinaan kemampuan kepemimpinan.
12.  Siswa diberikan evaluasi untuk mengukur hasil belajar.
b. Variabel Y yaitu hasil belajar siswa dengan indikator:
1.    Aspek kognitif
a. Siswa dapat menunjukkan pengertian.
b. Siswa dapat membandingkan perbedaan dua benda.
c. Siswa dapat menghubungkan antara satu masalah dengann masalah yang lain.
d. Siswa dapat memberikan contoh.
e. Siswa dapat menggunakan secara tepat.
2.    Aspek afektif
a. Siswa dapat menerima pelajaran dengan baik.
b. Siswa menunjukkan sikap menolak suatu pendapat.
c. Siswa dapat menganggap penting suatu maslah.
d. Siswa melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Aspek psikomotor
a. Siswa dapat mempraktikkan sesuatu.
b. Siswa dapat melafazkan dengan fasih.
c. Siswa dapat mengucapkan.
d. Siswa dapat memperagakan sesuai dengan mimik muka.
Indikator dari hasil belajar siswa di atas dapat dilihat dari nilai raport semester II mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 tahun pelajaran 2010/2011.

G. Hipotesa
Ho  :  Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.
Ha  :  Ada pengaruh yang signifikan antara kelas unggulan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir.

H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
BAB I       : PENDAHULUAN, 
              Berisikan Latar Belakang Masalah, Penegasan Istilah, Permasalahan, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Konsep Operasional, Hipotesa dan Sistematika Penulisan.
BAB II      : TINJAUAN PUSTAKA
              Berisikan Pengertian Kelas Unggulan, Dasar Konseptual Kelas Unggulan, Tujuan Kelas Unggulan, Komponen Kelas Unggulan, Pengertian Hasil Belajar Siswa, Indikator Hasil Belajar Siswa, Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar,  Pendidikan Agama Islam.
BAB III     : METODE PENELITIAN
              Berisikan tentang Lokasi dan Waktu Penelitian, Subjek dan Objek penelitian, Populasi dan Sampel, Teknik Pengumpulan Data dan  Teknik Analisis Data.
BAB  IV     : PENYAJIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V       : PENUTUP
              Berisikan Kesimpulan dan Saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN


[1]E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 39.
[2]Dewan Perwakilan Rakyat, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2006), hlm. 4.
[3]Ibid., hlm. 7.
[4]Agus Supriyono, Tesis: Penyelenggaraan Kelas Unggulan di SMA Negeri 2 Ngawi, (Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2009), hlm. 13.
[5]Aripin Silalahi, Program Kelas Unggulan, (Sidikalang: 2006), hlm. 1.
[7]Ibid.
[8]Ahmad D. Marimba, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: al-Maarif, 2006), hlm. 23.
[9]Desy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,  (Surabaya: Amelia, 2003), hlm. 318.
[10]Agus Supriyono, op.cit., hlm. 13.
[11]Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), hlm. 22.
[12]Gunawan Undang, Teknik Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Sayagatama, 2009), hlm. 35.
[13]Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2005), hlm. 5.
[14]I Gusti Ngurah Agung, Manajemen Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004), hlm. 149.
[15]Ibid., hlm. 153.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar